Peristiwa-Peristiwa Khusus

BALI 44 PERKAWINAN ADAT BALI DI SEBUAH PURI (ISTANA)
Jam berangkat: 14.00 sore (sekitar 7 jam).
Harga: Rp. 7.000.000,- / pasang

Menikah dengan mengenakan pakaian pengantin khas Bali di sebuah istana (puri) dari abad ke-18, melakoni tradisi yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi kalangan bangsawan, diusung di atas tandu kerajaan, diiringi musik gamelan, dayang-dayang dan para penari, serta dilayani oleh warga puri dan masyarakat sekitarnya merupakan pengalaman unik yang tak ada duanya!

menikah di bali

Diawali dengan berhias di sebuah jero sekitar 100 meter di sebelah utara puri, pengantin berhias secara terpisah, yang wanita berhias di tempat tertutup di bangunan utama, pengantin pria di bangunan di sebelah timurnya, diiringi rindik (gamelan bambu). Setelah selesai berhias, pasangan pengantin menuju Bale Bali, duduk di belakang sesajen untuk menatab banten ngungkab lawang (berdoa secara niskala untuk memohon keselamatan selama berlangsungnya upacara). Setelah itu pengantin diiringi dayang-dayang yang membawa gebogan bunga dan gebogan buah serta para penabuh gamelan, berjalan beriringan menuju ke depan gerbang jero untuk menghantar pasangan pengantin naik tandu kerajaan. Pengantin diarak sepanjang jalan menuju ke Bencingah Puri diiringi alunan suara musik hingar bingar beleganjur. Sesampainya di Bencingah puri, pengantin lalu turun dari tandu kerajaan dan memasuki Jaba Tengah, di mana mereka disuguhi welcome drink yang dituang di dalam buah nenas. Kemudian diadakan upacara tabuh rah secara simbolis yaitu berupa adu ayam (tajen) yang bertujuan untuk menetralisir kuasa-kuasa kejahatan. Pengantin kemudian melangkahi sesajen banten Biakala, dan memasuki Kori Agung untuk menuju ke Jaba Tengah Kedua, tempat mereka menatab banten prayascita untuk pembersihan jiwa raga secara niskala. Pengantin melalui gerbang lengkung yang terbuat dari janur sebagai simbul bahwa mereka memasuki hidup baru pernikahan. Sesudahnya pengantin dihantar ke merajan untuk upacara pemberkatan nikah. Bija atau beras yang sudah didoakan ditempelkan di dahi, di pipi dan di atas dada sebagai perlambang permohonan akan kesejahteraan dan kesuburan, kemudian benang Tridatu yaitu benang tiga warna merah hitam putih dipasangkan di pergelangan tangan kedua mempelai sebagai lambang memohon perlindungan Tuhan sebagai Trimurti agar mereka berdua terhindar dari penyakit dan mara bahaya sehingga panjang usia. Setelah itu kita bisa membuat foto-foto bersama di merajan, dan kemudian kedua mempelai menuju Bale Bengong untuk santap malam. Pertama-tama dihantarkan minuman (aqua, coca cola atau bir) lalu dihantarkan makan malam (nasi tumpeng kuning, tempe manis kacang, mi, buncis wortel, ayam goreng, tortilla con patata, lalu buah-buahan dan kopi atau teh) oleh beberapa dayang. Kue pengantin (wedding cake) dibawakan dan kemudian dipotong-potong serta dibagi-bagikan. Berikutnya adalah acara hiburan berupa pertunjukan tari-tarian seperti Tari Panyembrama, Oleg Tamulilingan, Baris dan Topeng Tua, diiringi oleh Gamelan Gong secara langsung. Setelah itu menyusul foto session dan penyerahan piagam. Kedua mempelai berfoto bersama keluarga bangsawan penghuni istana (puri) dan sertifikat nikah serta penyerahan hadiah kenang-kenangan kepada mempelai. Foto bersama dibuat lagi di depan Kori Agung, setelah itu semua pakaian adat pengantin Bali dibuka dan sekitar jam 20.30 semua rangkaian upacara berakhir.

menikah di pulau bali

Termasuk dalam harga:
Antar jemput dengan mobil ber-AC, pelayanan guide dan sopir, minuman selamat datang dan makan malam, minuman, kue pengantin, hiasan dan dekorasi ala Bali, bunga-bunga dan buah-buahan, penggunaan pakaian pengantin ala bangsawan di Bali dengan segala make-up nya, upacara perkawinan, dayang-dayang, para penari dan para penabuh serta iringan musik bambu (rindik) serta iringan musik gamelan, piagam pernikahan dan hadiah dari pihak Puri.

Biaya tambahan:
Biaya fotografer dan rekaman video dalam cakram DVD: Rp. 2.500.000,-
Pemesanan tempat:
Pemesanan tempat dilakukan paling lambat tiga hari sebelumnya, pembayaran uang muka sebesar 50%.
Pembatalan:
Uang tidak akan dikembalikan jika pembatalan dilakukan kurang dari 24 jam dari tanggal yang ditetapkan. Biaya yang sudah dikeluarkan akan diperhitungkan juga.
Hal-hal yang diperlukan:
Fotokopi KTP atau paspor dari pasangan pengantin untuk pembuatan piagam.